A.34. Channel - Timeout

Teknik channel timeout digunakan untuk mengontrol penerimaan data dari channel mengacu ke kapan waktu diterimanya data, dengan durasi timeout bisa kita tentukan sendiri.

Ketika tidak ada aktivitas penerimaan data dalam durasi yang sudah ditentukan, maka blok timeout dieksekusi.

A.34.1. Penerapan Channel Timeout

Berikut adalah program sederhana contoh pengaplikasian timeout pada channel. Sebuah goroutine baru dijalankan dengan tugas mengirimkan data setiap interval tertentu, dengan durasi interval-nya sendiri adalah acak/random.

package main

import "fmt"
import "math/rand"
import "runtime"
import "time"

func sendData(ch chan<- int) {
    for i := 0; true; i++ {
        ch <- i
        time.Sleep(time.Duration(rand.Int()%10+1) * time.Second)
    }
}

Selanjutnya, disiapkan perulangan tanpa henti, yang di setiap perulangan ada seleksi kondisi channel menggunakan select.

func retreiveData(ch <-chan int) {
    loop:
    for {
        select {
        case data := <-ch:
            fmt.Print(`receive data "`, data, `"`, "\n")
        case <-time.After(time.Second * 5):
            fmt.Println("timeout. no activities under 5 seconds")
            break loop
        }
    }
}

Ada 2 blok kondisi pada select tersebut.

  • Kondisi case data := <-messages:, akan terpenuhi ketika ada serah terima data pada channel messages.
  • Kondisi case <-time.After(time.Second * 5):, akan terpenuhi ketika tidak ada aktivitas penerimaan data dari channel dalam durasi 5 detik. Blok inilah yang kita sebut sebagai blok timeout.

Terakhir, kedua fungsi tersebut dipanggil di main().

func main() {
    rand.Seed(time.Now().Unix())
    runtime.GOMAXPROCS(2)

    var messages = make(chan int)

    go sendData(messages)
    retreiveData(messages)
}

Muncul output setiap kali ada penerimaan data dengan delay waktu acak. Ketika tidak ada aktifitas penerimaan dari channel dalam durasi 5 detik, perulangan pengecekkan channel diberhentikan.

Channel timeout


results matching ""

    No results matching ""