5. Command

Pengembangan aplikasi Golang tak jauh dari hal-hal yang berbau CLI atau Command Line Interface. Proses kompilasi, testing, eksekusi program, semua dilakukan lewat command line.

Golang menyediakan command go, di bab ini kita akan belajar mengenai pemanfaatannya.

5.1. Command go run

Command go run digunakan untuk eksekusi file program (file ber-ekstensi .go). Cara penggunaannya dengan menuliskan command tersebut diikut argumen nama file.

Berikut adalah contoh penerapan go run untuk eksekusi file program bab5.go yang tersimpan di path $GOPATH/src/belajar-golang.

$ cd $GOPATH/src/belajar-golang
$ go run bab5.go

Eksekusi file program menggunakan `go run`

Command go run hanya bisa digunakan pada file yang package-nya adalah main. Lebih jelasnya dibahas pada bab selanjutnya (bab 6).

Jika ada banyak file yang ber-package main, dan file-file tersebut di-import di file utama, maka eksekusinya adalah dengan menyisipkan semua file sebagai argument go run (lebih jelasnya akan dibahas pada bab 25). Contohnya bisa dilihat pada kode berikut.

$ go run bab5.go library.go

Eksekusi banyak file main

Atau bisa dengan menggunakan *.go, tanpa tidak perlu menuliskan nama-nama file program yang ada.

$ go run *.go

5.2. Command go test

Golang menyediakan package testing, berguna untuk keperluan unit testing. File yang akan di-test harus ber-suffix _test.go.

Berikut adalah contoh penggunaan command go test untuk testing file bab5_test.go.

$ go test bab5_test.go

Unit testing menggunakan `go test`

5.3. Command go build

Command ini digunakan untuk mengkompilasi file program.

Sebenarnya ketika eksekusi program menggunakan go run, terjadi proses kompilasi juga, file hasil kompilasi akan disimpan pada folder temporary untuk selanjutnya langsung dieksekusi.

Berbeda dengan go build, command ini menghasilkan file executable pada folder yang sedang aktif. Contohnya bisa dilihat pada kode berikut.

Kompilasi file program menghasilkan file executable

Pada contoh di atas, file bab5.go di-build, menghasilkan file baru pada folder yang sama, yaitu bab5, yang kemudian dieksekusi.

Pada pengguna Windows, file executable ber-ekstensi .exe.

5.4. Command go install

Command go install memiliki fungsi yang sama dengan go build, hanya saja setelah proses kompilasi selesai, dilanjutkan ke proses instalasi program yang bersangkutan.

Target eksekusi harus berupa folder proyek (bukan file .go), dan path folder tersebut dituliskan relatif terhadap $GOPATH/src. Contoh:

$ go install github.com/novalagung/godong

go install menghasilkan output berbeda untuk package main dan non-main.

  • Pada package non-main, menghasilkan file berekstensi .a tersimpan dalam folder $GOPATH/pkg.
  • Pada package main, menghasilkan file executable tersimpan dalam folder $GOPATH/bin.

Berikut merupakan contoh penerapan go install.

Contoh penggunaan `go install`

Pada kode di atas bisa dilihat command go install dieksekusi 2 kali.

  1. Pada package non-main, github.com/novalagung/godong. Hasil instalasi adalah file berekstensi .a tersimpan pada folder $GOPATH/pkg.
  2. Pada package main, github.com/novalagung/godong/godong_test. Hasil instalasi adalah file executable tersimpan pada folder $GOPATH/bin.

5.5. Command go get

Command ini berbeda dengan command-command yang sudah dibahas di atas. go get digunakan untuk men-download package. Sebagai contoh saya ingin men-download package Mgo.

$ go get gopkg.in/mgo.v2
$ ls $GOPATH/src/gopkg.in/mgo.v2

Download package menggunakan `go get`

gopkg.in/mgo.v2 adalah URL package mgo. Package yang sudah ter-download tersimpan dalam $GOPATH/src, dengan struktur folder sesuai dengan URL package-nya. Sebagai contoh, package MGO di atas tersimpan di $GOPATH/src/gopkg.in/mgo.v2.

results matching ""

    No results matching ""